RSS

drama dengan 4 tokoh

11 Des

*drama dengan 4 tokoh*

DRAMA UPIK ABU

Adegan I

Seperti biasa pagi ini Upik Abu membersihkan rumah

 

Upik Abu       : (membawa kemucing adan membersihkan ruang tamu)

Saudara tiri  :  (menuju ruang makan) “Kemana Upik Abu ini..???, jam segini makanan kok belum siap…???, Upik….Upik…”.

Upik Abu       :  (menuju ruang makan) “Ya…ada apa…???”.

Saudara tiri :  “Ada apa…ada apa…mana makanannya…sudah lapar nih…”.

Ibu tiri          :  “Ada apa ini, pagi-pagi sudah ribut.. ??”.

Saudara tiri :  “Ini mah, jam segini Upik belum menyiapkan makanan. Aku kan sudah lapar”

Ibu tiri          :  “Oooo…jadi dari tadi kamu belum masak,…?? Ngapain saja kamu itu.. ???”. (sambil memegang telinga Upik Abu)

Upik Abu       :  “Yaa…maaf bu’”.

Ibu tiri          :  “Maaf..maaf, kebiasaan. Ya sudah cepat siapkan sana…!!”.

 

Upik Abu segera menuju dapur dan menyiapkan makanan. Setelah selesai kemudian makanan segera disiapkan diruang makan. Ibu dansaudar tiri sudah menunggu di ruang makan.

 

Saudara tiri :  “Upik…cepat mana makanannya…???”

Upik Abu       :  “Ya…sebentar (sambil membawa dan meletakkan makanan di meja), ini makanannya”.

Ibu tiri          :  “Ngapain kamu ikut makan disini…??? Makan di dapur sana…!!!“.

Upik Abu       :  (membawa makanannya menuju dapur)

 

Selesai makan ibu tiri dan saudara tiri pergi ke mall untuk belanja.

 

Ibu tiri          :  “Upik…jaga rumah, jangan kemana-mana…!!!”

Saudara tiri  : “kasian mesti jaga rumah” (sambil melihat upik)

 

Adegan II

Pagi ini Upik sengaja bangun pagi, agar tidak dimarahi Ibu tirinya, setelah selesai membersihkan rumah. Upik segera menyiapkan makanan.

 

Saudara tiri :  “Upik…Upik…?? Cepat kesini…”

Upik Abu       :  “Ya…ada apa… ???”.

Saudara tiri :  “Kamu tuh gimana sih… kenapa bajuku belum kamu setrika. Sebentar lagi ku mau pergi ama temen-teman”

Upik Abu       :  “Baju ini sudah Upik setrika”

Saudara tiri :  “Setrika…setrika…ini masih lecek”.

Ibu tiri          :  “Upik…Upik…kamu ini gimana, kenapa baju ini belum kamu cuci. Nanti malam baju ini mau saya pakai ke pesta”. (sambil memegang telinga upik)

Upik Abu       :  “Ampunn…bu’ ampun…”.

Saudara tiri :  “Ya…sudah cepat setrika”. (sambil melemparkan bajunya pada Upik Abu)

Ibu tiri          :  “Cepat kamu cuci…”.

 

Upik Abu segera menyetrika dan mencuci baju itu.

 

Adegan III

 

Malam ini ibu tiri dan saudara tiri ada acara pergi ke pesta. Dan malam itu Upik kelihatan sedih, dia berada di kamar sambil melihat foto ibunya yang sudah lama meninggal.

 

Upik Abu       :  “Ibu…Upik kangen. Kenapa ibu secepat itu meninggalkan Upik..??? sejak ibu meninggal Upik tidak pernah merasakan kebahagiaan”  (sambil menatap foto ibunya)

Upik Abu       :  “Kapan….Upik merasakan kebahagiaan bu’. Ibu tiri dan saudara tiri ku Selalu menyiksaku”.(sambil memeluk foto)

 

Kemudian Upik abu membuka kotak warisan dari ibunya. Kotak itu berisi selembar surat dan satu biji tanaman. Kemudian upik membaca surat itu

 

Upik abu       : (membacakan isi surat) “untuk anakku tersayang biji tanaman ini adalah biji ajaib, tanamlah di depan  rumahmu. Maka biji itu akan segera  tumbuh mejadi tanaman yang indah. Dan tanaman itu yang akan mempertemukan kamu dengan seorang pemuda yg nantinya akan jadi suami mu”.

 

 

Adegan IV

Pagi itu Upik Abu masih memikirkan surat yang dibacanya tadi malam. Sampai-sampai dia lupa akan tugasnya yang harus membersihkan rumah dan menyiapkan makanan seperti biasa.

 

Ibu tiri          :  (kaget) “Ini rumah…??? Apa kapal pecah…??? Kenapa masih berantakan. Upik…Upik…kemana kamu..???”.

Upik              : (Masih melamun tidak menghiraukan panggilan Ibu tirinya)

Ibu tiri          :  “Kemana Upik ini…???”. (menuju kamar Upik) “Ya ampuun….Upik, kamu malah enak-enakan disini, Upik …!!!” (dengan nada tinggi)

Upik Abu       :  (kaget) “Ya bu’…ada apa… ???”.

Ibu tiri          :  “Ada apa kamu bilang, kamu ngapain saja disini. Rumah kaya kapal pecah”.

Saudara tiri :  “Upik… mana makanannya…???”.

Ibu tiri          :  “Kamu mulai melawan ya…??”. (sambil memegang telinga Upik Abu)

Upik Abu       :  “Tidak bu’ ampuun…. ”.

Ibu tiri          :  “Cepat kamu bersihkan rumah dan siapkan makanan”.

 

Ibu tiri meninggalkan Upik dengan muka  geram. Upik menangis dan mengeluh.

 

Adegan V

Upik tidak sengaja memecahkan parfum saudara tiri nya ketika ia sedang membesihkan kamarnya

 

Saudara tiri :  “Hah….!!! Upik ini parfum mahal, kenapa kamu pecahkan…???”. (sambil menarik rambut Upik)

Upik Abu       :  “Ampuuun…saya tidak sengaja…”.

Ibu tiri          :  “Ada apa….”.

Saudara tiri :  “Ini mah, Upik memecahkan parfumku..!!! aku mau Upik dihukum mah…”.

Ibu tiri          :  “Ya…Upik malam ini kamu tidak dapat makan dan kamu harus tidur di gudang”.

Upik Abu       :  “Tapi..bu’..saya tidak sengaja, ampun bu’, jangan hukum Upik”. (sambil memohon pada Ibu tiri)

Saudara tiri :  “Enak aja nggak dihukum, pokoknya dihukum mah…”.

Ibu tiri          :  (membawa Upik menuju gudang dan menguncinya) “Sudah ayo cepat ke gudang…”.

 

Ibu tiri dan saudara tiri nya meninggalkan Upik di gudang.

 

Upik Abu        : “Ya tuhan, kenapa nasibku seperti ini,..??”. (menangis)

Kemudian Upik Abu teringat kembali dengan isi surat itu.

 

Upik  Abu      : “apa maksud dari isi surat itu?”

 

 

Kemudian Upik segera menanam biji tadi di depan rumah dan tidak lama kemudian  biji itu berubah menjadi tanaman yang indah.

 

Adegan VI

 

Selang satu minggu datanglah pemuda tampan kerumah Upik Abu yang berniat mengetahui siapa pemilik tanaman itu. Sebab pemuda itu bermimpi dengan seorang gadis pemilik tanaman indah itu dan menikah dengan gadis itu.

 

Pemuda        :  “Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk mengetahui siapa pemilik tanaman yang berada di depan rumah ibu.. ??? sebab dalam mimpi saya, pemilik tanaman itu adalah jodoh saya”.

Ibu tiri          :  (memberikan keterangan palsu) “Oooo…itu milik anak saya….namanya mita”.

Pemuda        :  “Boleh saya bertemu dengan anak ibu?”.

Ibu tiri          :  “Ya…tentu boleh sebentar ya…, kesini mita…”.

Saudara tiri :  “Ya ma… ada apa..???”

Ibu tiri          :  “Ini pemuda tampan ingin bertemu dengan kamu dan dia ingin menikah dengan kamu”.

Saudara tiri :  (tersenyum) “Kenalkan nama saya mita saya adalah pemilik tanaman itu”.

Pemuda        :  “Nama saya Datu” (tiba-tiba Upik datang)

Upik Abu       :  “Bohoong…!!! Tanaman itu milik saya”.

 

Pemuda merasa bingung dan memutuskan untuk membuktikan siapa sebenarnya  pemilik tanaman itu.

 

Pemuda        :  “Baik, saya ingin membuktikan. Siapa yang bisa mencabut bunga itu berarti dia adalah pemiliknya”.

Saudara tiri :  “Lho…kok…gak bisa”. (sambil mencabut)

Upik Abu       :  “Ini bunganya”. (sambil tersenyum)

 

Akhir cerita pemuda tadi membawa Upik kerumahnya dan mengenalkan dengan orang tuanya. Mereka hidup bahagia.

 

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Desember 11, 2011 in blog

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: